Case
Baca masalah, topologi, alamat, interface, dan batasan. Tandai kata seperti only, preferred, atau backup.
BELAJAR DARI SKENARIO NYATA
Pilih kasus, pahami topologi, konfigurasi perangkat satu per satu, lalu verifikasi hasilnya seperti di lab.
CARA MEMAKAI CASEBOOK
Jangan menghafal config sebagai mantra. Pahami kebutuhan setiap baris dan selalu tutup dengan verifikasi.
Baca masalah, topologi, alamat, interface, dan batasan. Tandai kata seperti only, preferred, atau backup.
Kerjakan per perangkat dan per fungsi. Jangan masukkan semua command sekaligus sebelum mengecek konteks interface.
Gunakan show command, ping, dan counter. “Command accepted” belum berarti requirement sudah terpenuhi.
CASE LIBRARY
Semua contoh memakai pola dari materi dan lab kamu. Angka bisa berbeda pada ujian; logikanya tetap sama.
SW1 baru dipasang di access layer. Administrator harus bisa mengelolanya dari jaringan 10.99.0.0/24 tanpa memakai Telnet.
[ADMIN PC 10.99.0.50] ── [SW1 VLAN 99: 10.99.0.11] ── [GW 10.99.0.1]
# enable
# configure terminal
# hostname SW1
!
# vlan 99
name MGMT
!
# interface vlan 99
ip address 10.99.0.11 255.255.255.0
no shutdown
# exit
# ip default-gateway 10.99.0.1
!
# ip domain-name lab.local
# username admin privilege 15 secret Str0ngLab!
# crypto key generate rsa modulus 2048
# ip ssh version 2
!
# line vty 0 4
login local
transport input ssh
# end
# copy running-config startup-config
show ip interface briefshow vlan briefshow ip sshshow usersSVI VLAN 99 berstatus up/up setelah VLAN aktif pada minimal satu port/trunk. SSH dari Admin PC ke 10.99.0.11 berhasil; Telnet ditolak.
VERIFICATION PLAYBOOK
Mulai dari state paling dekat dengan masalah. Jangan langsung menebak config baru.
show vlan briefshow interfaces trunkshow spanning-treeshow etherchannel summaryVLAN ada? Port benar? Trunk membawa VLAN? Ada port blocking/bundled?
show ip interface briefshow ip routeshow arpping / tracerouteInterface up/up? Route paling spesifik ada? Next-hop reachable?
show ip ospf neighborshow ip ospf interfaceshow ip protocolsshow ip route ospfNeighbor FULL? Area/timer cocok? Prefix masuk routing table?
show ip access-listsshow ip nat translationsshow ip nat statisticsshow run | sectionCounter naik pada rule yang benar? Inside/outside dan translation sesuai?
QUICK REFERENCE
012090110120TCP 22TCP/UDP 53UDP 67/68UDP 123UDP 161/162UDP 5140.0.0.2550.0.0.1270.0.0.630.0.0.150.0.0.30.0.0.0Urutan ini menjelaskan banyak case routing yang terlihat “aneh”.
CATATAN.TXT / RECALL SHEET
Catatan asli dirapikan dan dikoreksi agar mudah dipakai untuk recall. Data pribadi serta kredensial tidak dipublikasikan; tautan akun juga sengaja dihilangkan.
HTTP 80, HTTPS 443, Telnet 23, SSH 22, SMTP 25 memakai TCP. DNS 53 memakai TCP/UDP; DHCP 67/68, SNMP 161/162, Syslog 514, dan NTP 123 memakai UDP.
RAM menyimpan running-config dan bersifat volatile. NVRAM menyimpan startup-config. Flash menyimpan IOS. Simpan perubahan dengan copy running-config startup-config.
Root Bridge dipilih dari Bridge ID terendah. Pada non-root switch, Root Port adalah jalur dengan total cost terendah menuju root. RSTP memakai discarding, learning, forwarding.
LACP adalah IEEE: active + active atau active + passive dapat terbentuk. Passive + passive tidak. PAgP memakai desirable/auto; mode on tidak bernegosiasi.
Pemilihan route: longest prefix lebih dulu, lalu administrative distance, lalu metric. Connected AD 0, static 1, eBGP 20, EIGRP 90, OSPF 110, RIP 120.
Router ID dipilih dari manual setting, lalu loopback tertinggi, lalu physical IP tertinggi. DR election tidak preemptive. Nilai metric yang lebih kecil lebih disukai.
Alamat network dan broadcast tidak boleh dipasang ke host. Block size cepat = 256 dikurangi nilai mask pada interesting octet. Contoh /27: block 32, mask 255.255.255.224.
Global unicast 2000::/3, link-local FE80::/10, unique-local FC00::/7, multicast FF00::/8, loopback ::1, unspecified ::, default route ::/0. IPv6 tidak memakai broadcast.
AAA = Authentication, Authorization, Accounting. RADIUS bersifat open standard; TACACS+ dikembangkan Cisco dan memisahkan fungsi AAA.
Northbound API menghubungkan application ke controller. Southbound API menghubungkan controller ke perangkat jaringan.
SMF umumnya memakai LX/LH/ZX/BX pada 1310 atau 1550 nm untuk jarak jauh. MMF umumnya memakai SX/SR pada 850 nm untuk jarak lebih pendek.
SFP umumnya 1 Gbps, SFP+ 10 Gbps, QSFP+ 40 Gbps, dan QSFP28 100 Gbps.
NTP menggunakan UDP 123, bukan UDP 514. Istilah yang benar adalah Southbound API, bukan “Soutbound API”.
POLA KERJA
01Jangan mengasumsikan interface atau IP. Baca topology dan existing config.
02Setelah berhasil, simpan dengan copy running-config startup-config.